Langsung ke konten utama

Teka Teki kasih Sayang

 

1.      Teka Teki kasih Sayang

Karya: Badaruddin

 

Aku telah keliru menilai kasih sayangmu

Ketika perlakuanmu bukan yang kuharapkan

Serangkaian sikapmu menyisakan tanya

Lalu dengan cara bagaimana aku akan menjawabnya


Kutelaah kata per kata


Kuterjemahkan sikap-sikap bersahaja


Lalu kutelusuri ruan- ruang rasa


Yang kutemukan jiwa terkungkung penasaran

Kucoba bertanya pada barisan buku di sudut baca

Sahabatku ini menawarkanku mengolah pikir

Tentang pembatas tipis antara arti kebutuhan dan keinginan

Aku harus belajar lebih banyak


Kembali kunilai kasih sayangmu itu sekali lagi


Dan kutemukan arti yang seindahnya


Sesekali waktu, ajaklah kembali berteka-teki


Tapi jangan biarkanku tenggelam dalam ketidaktuhuanku

Satu kesimpulan yang telah kuyakini

Kasih sayang adalah gejolak perbedaan

Memuncak menjadi kesepemahaman

Lalu tumbuh terawat oleh kejujuran

 

Maros, 10 September 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulislah!

  Menulislah! Karya: Badaruddin   Waktu terus melaju Kisah dihari ini menjadi sejarah dimasa yang akan datang Tak akan bertahan tutur dalam kemurnian jejak Maka goreskanlah kisah itu diatas kertas putih Abadikan dalam memori digital   Menulislah Abaikanlah kaidah penulisan yang baku Lepaskan tali pengikat permainan diksi Karena menulis adalah tentang jejak yang berulang Akhirnyapun akan kau temukan kesempurnaan tulisan itu   Menulis akan mengabadikanmu Menempatkanmu di hati sejarah Engkau mendikte generasi dengan pengalamanmu Namamu menjadi kenangan tak terlupakan   Teruslah menunggangi waktu dengan semangat membara Berpacu dengan peradaban Tinggalkan jejak pada kisah terbaik Demikianlah ilmu diajarkan   Maros, 11 September 2019

Hutan

  1.       Hutan Karya: Badaruddin   Hutanku! Paru-paru dunia Penyeimbang ekosistem Penangkal polusi Tempat melata berlindung Dan begitu banyak lagi amanah yang dibebankan   Tapi lihatlah! Penebangan pohon Pengalihan fungsi Penambangan liar Dan begitu banyak motif motif yang merugikan hutan   Saksikanlah! Kekeringan dimusim kemarau Longsor dimusim hujan Hijau menjadi gersang Panas bumi semakin meningkat   Kemana sadar kita? Dimana undang-undang perlindungan itu? Apa yang telah diperbuat pemerintah? Bagaimana kita bersikap? Begitu banyak tanya yang tersisa   Bangkitlah! Mulai dari diri kita Menanam banyak pohon Merawat pohon Melanjutkan kehidupan   Maros, 12 September 2019

Kepada Sang Penyair

1.       Kepada Sang Penyair Karya: Badaruddin     Aku mengawali kalimat dengan sejuta pujian Kusebutkan bahwa para penyair adalah insan pilihan Mereka pemilik kejujuran rasa Mereka memadatkan kalimat menjadi indah dan bermakna   Sepenuhnya keyakinan itu kembali goyah Ketika kutelusur jejak-jejak lampau Awal seutas syair mulai diagungkan Kutemukan titik-titik kebenaran sejarah   Manusia berkarya hanyalah untuk pengakuan Itulah fakta yang kusimpulkan Pada masa jahiliah sekalipun masih mampu menuturkan kata-kata selembut sutra Demi tuntutan kemewahan ciptaan   Wahai Sang penyair kutitipkan pesanku Sentuhlah hati dan ajaklah mengolah pikir Lahirkan karyamu dari suasana hati dan kegigihan berempati Berkiblatlah pada sastra tertinggi sepanjang zaman Dialah Al Quran.   Maros, 11 September 2019