Langsung ke konten utama

Menulislah!

 Menulislah!

Karya: Badaruddin

 

Waktu terus melaju

Kisah dihari ini menjadi sejarah dimasa yang akan datang

Tak akan bertahan tutur dalam kemurnian jejak

Maka goreskanlah kisah itu diatas kertas putih

Abadikan dalam memori digital

 

Menulislah

Abaikanlah kaidah penulisan yang baku

Lepaskan tali pengikat permainan diksi

Karena menulis adalah tentang jejak yang berulang

Akhirnyapun akan kau temukan kesempurnaan tulisan itu

 

Menulis akan mengabadikanmu

Menempatkanmu di hati sejarah

Engkau mendikte generasi dengan pengalamanmu

Namamu menjadi kenangan tak terlupakan

 

Teruslah menunggangi waktu dengan semangat membara

Berpacu dengan peradaban

Tinggalkan jejak pada kisah terbaik

Demikianlah ilmu diajarkan

 

Maros, 11 September 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hutan

  1.       Hutan Karya: Badaruddin   Hutanku! Paru-paru dunia Penyeimbang ekosistem Penangkal polusi Tempat melata berlindung Dan begitu banyak lagi amanah yang dibebankan   Tapi lihatlah! Penebangan pohon Pengalihan fungsi Penambangan liar Dan begitu banyak motif motif yang merugikan hutan   Saksikanlah! Kekeringan dimusim kemarau Longsor dimusim hujan Hijau menjadi gersang Panas bumi semakin meningkat   Kemana sadar kita? Dimana undang-undang perlindungan itu? Apa yang telah diperbuat pemerintah? Bagaimana kita bersikap? Begitu banyak tanya yang tersisa   Bangkitlah! Mulai dari diri kita Menanam banyak pohon Merawat pohon Melanjutkan kehidupan   Maros, 12 September 2019

Kepada Sang Penyair

1.       Kepada Sang Penyair Karya: Badaruddin     Aku mengawali kalimat dengan sejuta pujian Kusebutkan bahwa para penyair adalah insan pilihan Mereka pemilik kejujuran rasa Mereka memadatkan kalimat menjadi indah dan bermakna   Sepenuhnya keyakinan itu kembali goyah Ketika kutelusur jejak-jejak lampau Awal seutas syair mulai diagungkan Kutemukan titik-titik kebenaran sejarah   Manusia berkarya hanyalah untuk pengakuan Itulah fakta yang kusimpulkan Pada masa jahiliah sekalipun masih mampu menuturkan kata-kata selembut sutra Demi tuntutan kemewahan ciptaan   Wahai Sang penyair kutitipkan pesanku Sentuhlah hati dan ajaklah mengolah pikir Lahirkan karyamu dari suasana hati dan kegigihan berempati Berkiblatlah pada sastra tertinggi sepanjang zaman Dialah Al Quran.   Maros, 11 September 2019