Langsung ke konten utama

Sang Leluhur Jariminassa

1.      Sang Leluhur Jariminassa

 Karya: Badaruddin


Sebuah nama yang kukenang sepanjang masa

Sang pemilik semangat juang yang tak pernah pudar

Dinisbatkan padanya pahlawan sejati dari tanah Makassar

perjuangannya tak berharap tanda jasa

Tegaknya syariat Islam menjadi cita-citanya

Meniti adat adalah jalannya

Nasab ilmu dan darahnya tanpa keraguan

Dialah sang leluhur

Abu Bakar Karaengta Data

 

Butta Mangkasara tanah kelahirannya

Gunung dan hutan belantara tempatnya bertahta

Para tubarani menjadi pengawal yang setia

Darah siap mengalir nyawa siap melayang

Demi mempertahankan kebenaran

Alam semesta adalah sabda yang terus membimbingnya

Cinta adalah pondasi keutuhan pergerakannya

Bertitah dari gua-gua dan semak belukar

 

Wahai sang leluhur

Akan kuajarkan hikmah yang engkau titipkan

Lewat pesan-pesan bertuah

Lewat adab-adab bersahaja

Lewat prinsip hidup yang tak tergoyahkan

Karena dalam diri kami mengalir darahmu

Karena dalam diri kami tertanam kegigihanmu

Kami akan merawat jiwa-jiwa perjuangan

Meneruskan cita-cita yang mulia

 

Wahai Jariminassa

Telah tiba masa yang dijanjikan

Masa dimana keutuhan adalah keniscayaan

Maka bersatulah dalam naungan panji kebesaran

Ikhtiar telah menunjukkan titik temu pencarian yang lama

Titik itu bernama Lembaga Adat Jariminassa

Maka saling merangkullah dalam wadah persatuan

Bahu-membahu meniti adat dan adab

 

Wahai Jariminassa

Perjuangan kita akan cukup berat

Akan banyak rintangan yang menghadang didepan mata

Maka resapilah dan rasakan nilai sebuah perjuangan

Jangan pernah ragu menerjang badai

Karena dalam diri kita mengalir darah juang

Darah mulia sang leluhur

Abu Bakar Karaengta Data

Al Fatihah

 

Maros, 1 Juli 2019 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulislah!

  Menulislah! Karya: Badaruddin   Waktu terus melaju Kisah dihari ini menjadi sejarah dimasa yang akan datang Tak akan bertahan tutur dalam kemurnian jejak Maka goreskanlah kisah itu diatas kertas putih Abadikan dalam memori digital   Menulislah Abaikanlah kaidah penulisan yang baku Lepaskan tali pengikat permainan diksi Karena menulis adalah tentang jejak yang berulang Akhirnyapun akan kau temukan kesempurnaan tulisan itu   Menulis akan mengabadikanmu Menempatkanmu di hati sejarah Engkau mendikte generasi dengan pengalamanmu Namamu menjadi kenangan tak terlupakan   Teruslah menunggangi waktu dengan semangat membara Berpacu dengan peradaban Tinggalkan jejak pada kisah terbaik Demikianlah ilmu diajarkan   Maros, 11 September 2019

Hutan

  1.       Hutan Karya: Badaruddin   Hutanku! Paru-paru dunia Penyeimbang ekosistem Penangkal polusi Tempat melata berlindung Dan begitu banyak lagi amanah yang dibebankan   Tapi lihatlah! Penebangan pohon Pengalihan fungsi Penambangan liar Dan begitu banyak motif motif yang merugikan hutan   Saksikanlah! Kekeringan dimusim kemarau Longsor dimusim hujan Hijau menjadi gersang Panas bumi semakin meningkat   Kemana sadar kita? Dimana undang-undang perlindungan itu? Apa yang telah diperbuat pemerintah? Bagaimana kita bersikap? Begitu banyak tanya yang tersisa   Bangkitlah! Mulai dari diri kita Menanam banyak pohon Merawat pohon Melanjutkan kehidupan   Maros, 12 September 2019

Kepada Sang Penyair

1.       Kepada Sang Penyair Karya: Badaruddin     Aku mengawali kalimat dengan sejuta pujian Kusebutkan bahwa para penyair adalah insan pilihan Mereka pemilik kejujuran rasa Mereka memadatkan kalimat menjadi indah dan bermakna   Sepenuhnya keyakinan itu kembali goyah Ketika kutelusur jejak-jejak lampau Awal seutas syair mulai diagungkan Kutemukan titik-titik kebenaran sejarah   Manusia berkarya hanyalah untuk pengakuan Itulah fakta yang kusimpulkan Pada masa jahiliah sekalipun masih mampu menuturkan kata-kata selembut sutra Demi tuntutan kemewahan ciptaan   Wahai Sang penyair kutitipkan pesanku Sentuhlah hati dan ajaklah mengolah pikir Lahirkan karyamu dari suasana hati dan kegigihan berempati Berkiblatlah pada sastra tertinggi sepanjang zaman Dialah Al Quran.   Maros, 11 September 2019