Langsung ke konten utama

Menuju Puncak

1.      Menuju Puncak

 Karya: Badaruddin


Terus melangkah

kaki kokoh

Mengatur nafas

Jiwa tenang

Semangat membara

Imajinasi kuat

Tujuan jelas

Bekal memadai

Rasa senang

Menuju puncak

 

Semua pada akhirnya merindukan puncak

Titik akhir perjalanan adalah puncak

Titik akhir perjuangan adalah puncak

Titik akhir kebutuhan adalah puncak

Titik akhir kesuksesan adalah puncak

Titik akhir perjumpaan adalah puncak

Semua pada akhirnya menemukan puncak

 

Kita memilih banyak jalan dan berharap banyak menemukan perjalanan

Setiap kepuasan hanyalah tempat singgah menuju kepuasan yang lain

Mengukir banyak kenangan untuk meraih banyak kebermaknaan

Sejenak istirahat untuk menyempurnakan langkah berikutnya

 

Puncak hakikatnya adalah akhir

Akhir dari permulaan

Akhir dari rasa

Akhir dari harapan

Akhir dari nafas

Tak perduli akhir itu kebaikan atau kerugian

Semua ditentukan puncak yang akan kita tuju

 

Maros, 6 Juni 2019 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulislah!

  Menulislah! Karya: Badaruddin   Waktu terus melaju Kisah dihari ini menjadi sejarah dimasa yang akan datang Tak akan bertahan tutur dalam kemurnian jejak Maka goreskanlah kisah itu diatas kertas putih Abadikan dalam memori digital   Menulislah Abaikanlah kaidah penulisan yang baku Lepaskan tali pengikat permainan diksi Karena menulis adalah tentang jejak yang berulang Akhirnyapun akan kau temukan kesempurnaan tulisan itu   Menulis akan mengabadikanmu Menempatkanmu di hati sejarah Engkau mendikte generasi dengan pengalamanmu Namamu menjadi kenangan tak terlupakan   Teruslah menunggangi waktu dengan semangat membara Berpacu dengan peradaban Tinggalkan jejak pada kisah terbaik Demikianlah ilmu diajarkan   Maros, 11 September 2019

Hutan

  1.       Hutan Karya: Badaruddin   Hutanku! Paru-paru dunia Penyeimbang ekosistem Penangkal polusi Tempat melata berlindung Dan begitu banyak lagi amanah yang dibebankan   Tapi lihatlah! Penebangan pohon Pengalihan fungsi Penambangan liar Dan begitu banyak motif motif yang merugikan hutan   Saksikanlah! Kekeringan dimusim kemarau Longsor dimusim hujan Hijau menjadi gersang Panas bumi semakin meningkat   Kemana sadar kita? Dimana undang-undang perlindungan itu? Apa yang telah diperbuat pemerintah? Bagaimana kita bersikap? Begitu banyak tanya yang tersisa   Bangkitlah! Mulai dari diri kita Menanam banyak pohon Merawat pohon Melanjutkan kehidupan   Maros, 12 September 2019

Kepada Sang Penyair

1.       Kepada Sang Penyair Karya: Badaruddin     Aku mengawali kalimat dengan sejuta pujian Kusebutkan bahwa para penyair adalah insan pilihan Mereka pemilik kejujuran rasa Mereka memadatkan kalimat menjadi indah dan bermakna   Sepenuhnya keyakinan itu kembali goyah Ketika kutelusur jejak-jejak lampau Awal seutas syair mulai diagungkan Kutemukan titik-titik kebenaran sejarah   Manusia berkarya hanyalah untuk pengakuan Itulah fakta yang kusimpulkan Pada masa jahiliah sekalipun masih mampu menuturkan kata-kata selembut sutra Demi tuntutan kemewahan ciptaan   Wahai Sang penyair kutitipkan pesanku Sentuhlah hati dan ajaklah mengolah pikir Lahirkan karyamu dari suasana hati dan kegigihan berempati Berkiblatlah pada sastra tertinggi sepanjang zaman Dialah Al Quran.   Maros, 11 September 2019