Langsung ke konten utama

Marhaban ya Ramadan

 

1.      Marhaban ya Ramadan

 Karya: Badaruddin


Bismillahirrahmanirrahim

Waktu jua yang menuntaskan rindu antara mahluk dan kemuliaan

Larutlah hingga tak tersisa pembeda hak dan batil yang mengecualikan keberkahan

Tuntaskan segala rasa untuk meraih kebajikan demi kebajikan

Ada banyak ruang diantara peredaran sang rembulan

 

Tak lagi alasan untuk ingkar kesyukuran

Kita diberi kesempatan yang sama mengarungi kemuliaan bulan yang lebih dari seribu bulan

Setiap hembusan nafas yang mengisyaratkan dzikir senantiasa terjawab kemuliaan berlipat ganda

Lalu apa yang akan kita perbuat selanjutnya

 

Puasa shalat sedekah zakat khatam Quran silaturahmi belajar dan bekerja

Ruang ini tempat kita berkompetisi akan kualitas dan kuantitasnya

Maka kerahkan segenap rasa pikiran dan tenaga sejernih mungkin

Kadar usaha kita ditentukan timbangan keadilan yang hakiki

 

Selamat menyambut ramadhan

Selamat meraih keberkahan

Selamat untuk kita semua

Alhamdulillahi rabbil alamin           

 

Maros, 5 Mei 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulislah!

  Menulislah! Karya: Badaruddin   Waktu terus melaju Kisah dihari ini menjadi sejarah dimasa yang akan datang Tak akan bertahan tutur dalam kemurnian jejak Maka goreskanlah kisah itu diatas kertas putih Abadikan dalam memori digital   Menulislah Abaikanlah kaidah penulisan yang baku Lepaskan tali pengikat permainan diksi Karena menulis adalah tentang jejak yang berulang Akhirnyapun akan kau temukan kesempurnaan tulisan itu   Menulis akan mengabadikanmu Menempatkanmu di hati sejarah Engkau mendikte generasi dengan pengalamanmu Namamu menjadi kenangan tak terlupakan   Teruslah menunggangi waktu dengan semangat membara Berpacu dengan peradaban Tinggalkan jejak pada kisah terbaik Demikianlah ilmu diajarkan   Maros, 11 September 2019

Kepada Sang Penyair

1.       Kepada Sang Penyair Karya: Badaruddin     Aku mengawali kalimat dengan sejuta pujian Kusebutkan bahwa para penyair adalah insan pilihan Mereka pemilik kejujuran rasa Mereka memadatkan kalimat menjadi indah dan bermakna   Sepenuhnya keyakinan itu kembali goyah Ketika kutelusur jejak-jejak lampau Awal seutas syair mulai diagungkan Kutemukan titik-titik kebenaran sejarah   Manusia berkarya hanyalah untuk pengakuan Itulah fakta yang kusimpulkan Pada masa jahiliah sekalipun masih mampu menuturkan kata-kata selembut sutra Demi tuntutan kemewahan ciptaan   Wahai Sang penyair kutitipkan pesanku Sentuhlah hati dan ajaklah mengolah pikir Lahirkan karyamu dari suasana hati dan kegigihan berempati Berkiblatlah pada sastra tertinggi sepanjang zaman Dialah Al Quran.   Maros, 11 September 2019  

Wajah

  1.       Wajah   Karya: Badaruddin Jutaan manusia diciptakan Tak ada satupun yang serupa lainnya Wajah menjadi pembeda Untuk saling mengenal   Wajah berubah dari waktu ke waktu Menjemput sisa kesempatan hidup Wajah menjadi pengingat Untuk bergegas siapkan bekal   Wajah termakan usia Wajah merespon sentuhan Wajah merawat ingatan Setiap perubahan wajah menjadi penanda   Wajah muda bersemangat Wajah tua bersahaja Terus menua itu ketentuan Teruslah mengingat ketentuan   Mengingat muda bangkitkan motivasi Membayangkan tua kuatkan inspirasi Menyadari wajah Menyelaraskan hidup   Maros, 21 Juli 2019