Langsung ke konten utama

Kekasih Baya(ng/r) an

 

1.      Kekasih Baya(ng/r) an

Karya: Badaruddin

 

Tersesat disudut sempit gang kota

Dibawah bayang-bayang samar temaran lampu disko

Dirimu menghampiriku menyapa menawarkan perkenalan

Lalu kujabat tangan lembutmu yang wangi dan memainkan arti

 

Perlahan seberbak wewangian semakin menajam

Seakan harumnya mengsugestiku untuk turut

Ataukah ini sesajen untuk sisi liarku

Ah, aku tersesat dalam birahi

 

Canda dan tawa mengalir semakin deras

Perlahan rasa semakin menyatu

Sudahlah, kutahu ini semu

Tapi setidaknya malam ini aku terbebas dari belenggu kaku simpul normatif

 

Semakin larut rasa dan malam

Pikiranku menerawan akhir kisah di ujung malam

Tiba tiba saja kuingat hari esok

Mengingat siapa diri yang sebenarnya

 

Aku tertegung lalu berdiri

Kembali Kujabat tangan itu

"Terima kasih telah menjadi kekasih, dan maafku diakhir malam"

Dan akhirnya ada banyak kabar yang akan kusampaikan pada pemuda

 

Hiduplah dalam kewajaran

Matangkan diri menghadapi cobaan

Pelihara iman dan Pupuk ketakwaan

Esok akan lebih banyak yang kuceritakan

 

Maros, 11 September 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulislah!

  Menulislah! Karya: Badaruddin   Waktu terus melaju Kisah dihari ini menjadi sejarah dimasa yang akan datang Tak akan bertahan tutur dalam kemurnian jejak Maka goreskanlah kisah itu diatas kertas putih Abadikan dalam memori digital   Menulislah Abaikanlah kaidah penulisan yang baku Lepaskan tali pengikat permainan diksi Karena menulis adalah tentang jejak yang berulang Akhirnyapun akan kau temukan kesempurnaan tulisan itu   Menulis akan mengabadikanmu Menempatkanmu di hati sejarah Engkau mendikte generasi dengan pengalamanmu Namamu menjadi kenangan tak terlupakan   Teruslah menunggangi waktu dengan semangat membara Berpacu dengan peradaban Tinggalkan jejak pada kisah terbaik Demikianlah ilmu diajarkan   Maros, 11 September 2019

Kepada Sang Penyair

1.       Kepada Sang Penyair Karya: Badaruddin     Aku mengawali kalimat dengan sejuta pujian Kusebutkan bahwa para penyair adalah insan pilihan Mereka pemilik kejujuran rasa Mereka memadatkan kalimat menjadi indah dan bermakna   Sepenuhnya keyakinan itu kembali goyah Ketika kutelusur jejak-jejak lampau Awal seutas syair mulai diagungkan Kutemukan titik-titik kebenaran sejarah   Manusia berkarya hanyalah untuk pengakuan Itulah fakta yang kusimpulkan Pada masa jahiliah sekalipun masih mampu menuturkan kata-kata selembut sutra Demi tuntutan kemewahan ciptaan   Wahai Sang penyair kutitipkan pesanku Sentuhlah hati dan ajaklah mengolah pikir Lahirkan karyamu dari suasana hati dan kegigihan berempati Berkiblatlah pada sastra tertinggi sepanjang zaman Dialah Al Quran.   Maros, 11 September 2019  

Wajah

  1.       Wajah   Karya: Badaruddin Jutaan manusia diciptakan Tak ada satupun yang serupa lainnya Wajah menjadi pembeda Untuk saling mengenal   Wajah berubah dari waktu ke waktu Menjemput sisa kesempatan hidup Wajah menjadi pengingat Untuk bergegas siapkan bekal   Wajah termakan usia Wajah merespon sentuhan Wajah merawat ingatan Setiap perubahan wajah menjadi penanda   Wajah muda bersemangat Wajah tua bersahaja Terus menua itu ketentuan Teruslah mengingat ketentuan   Mengingat muda bangkitkan motivasi Membayangkan tua kuatkan inspirasi Menyadari wajah Menyelaraskan hidup   Maros, 21 Juli 2019