Langsung ke konten utama

Bersahabat Dengan Hawa Dingin

 Bersahabat Dengan Hawa Dingin

 Karya: Badaruddin


Seuntai rasa yang diterjemahkan Indra peraba

Lewat tasbih alam tentang pengagumannya

Mengintai di sela-sela jendela yang sedikit terbuka

Hadir bersama angin lelah yang butuh sandaran

Dialah dingin dalam rupa yang tersentuh

 

Tariklah kedalam nafas panjangmu

Pejamkan mata yang tetap terjaga

Jamah kemesraan antara ada dan tiada

Lalu temukan penawar keresahan jiwa

Dialah dingin dalam palung hati

 

Dingin adalah tanda alam dalam simpul suhu

Dia menyampaikan pesan dan meninggalkan kesan

Kenalilah dan perlakukan semestinya

Dia hadir sebagai penyelaras alam

Dia merumuskan tanda-tanda alam

 

Dingin akan selalu datang berulang

Walau dengan cara yang berbeda-beda

Bersahabat lah dengan dingin

Dia energi yang menawarkan sinergi

Berbenah dan menciptalah bersama dingin

 

Maros, 8 Juli 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulislah!

  Menulislah! Karya: Badaruddin   Waktu terus melaju Kisah dihari ini menjadi sejarah dimasa yang akan datang Tak akan bertahan tutur dalam kemurnian jejak Maka goreskanlah kisah itu diatas kertas putih Abadikan dalam memori digital   Menulislah Abaikanlah kaidah penulisan yang baku Lepaskan tali pengikat permainan diksi Karena menulis adalah tentang jejak yang berulang Akhirnyapun akan kau temukan kesempurnaan tulisan itu   Menulis akan mengabadikanmu Menempatkanmu di hati sejarah Engkau mendikte generasi dengan pengalamanmu Namamu menjadi kenangan tak terlupakan   Teruslah menunggangi waktu dengan semangat membara Berpacu dengan peradaban Tinggalkan jejak pada kisah terbaik Demikianlah ilmu diajarkan   Maros, 11 September 2019

Hutan

  1.       Hutan Karya: Badaruddin   Hutanku! Paru-paru dunia Penyeimbang ekosistem Penangkal polusi Tempat melata berlindung Dan begitu banyak lagi amanah yang dibebankan   Tapi lihatlah! Penebangan pohon Pengalihan fungsi Penambangan liar Dan begitu banyak motif motif yang merugikan hutan   Saksikanlah! Kekeringan dimusim kemarau Longsor dimusim hujan Hijau menjadi gersang Panas bumi semakin meningkat   Kemana sadar kita? Dimana undang-undang perlindungan itu? Apa yang telah diperbuat pemerintah? Bagaimana kita bersikap? Begitu banyak tanya yang tersisa   Bangkitlah! Mulai dari diri kita Menanam banyak pohon Merawat pohon Melanjutkan kehidupan   Maros, 12 September 2019

Kepada Sang Penyair

1.       Kepada Sang Penyair Karya: Badaruddin     Aku mengawali kalimat dengan sejuta pujian Kusebutkan bahwa para penyair adalah insan pilihan Mereka pemilik kejujuran rasa Mereka memadatkan kalimat menjadi indah dan bermakna   Sepenuhnya keyakinan itu kembali goyah Ketika kutelusur jejak-jejak lampau Awal seutas syair mulai diagungkan Kutemukan titik-titik kebenaran sejarah   Manusia berkarya hanyalah untuk pengakuan Itulah fakta yang kusimpulkan Pada masa jahiliah sekalipun masih mampu menuturkan kata-kata selembut sutra Demi tuntutan kemewahan ciptaan   Wahai Sang penyair kutitipkan pesanku Sentuhlah hati dan ajaklah mengolah pikir Lahirkan karyamu dari suasana hati dan kegigihan berempati Berkiblatlah pada sastra tertinggi sepanjang zaman Dialah Al Quran.   Maros, 11 September 2019