Langsung ke konten utama

17 Ramadhan 1440 H

 17 Ramadhan 1440 H

 Karya: Badaruddin


1438 tahun yang silam

Tonggak sejarah perjuangan ummat Islam dalam melawan angkara mungkar

Medan laga di bukit badar menjadi monumen abadi

Saksi betapa kebenaran pada akhirnya menjadi pemenang

 

1400 tahun yang silam

Menjadi akhir masa Khulafaur Rasyidin

Wafatnya sahabat mulia Ali bin Abu Thalib

Mewariskan ilmu seluas lautan

Senantiasa belajar dengan benar

 

17 Ramadhan

Masa di turunkan nya al quran secara utuh dari lauhul Mahfudz ke baitul izzah

Kita mengenalinya dengan nuzulul quran

keutamaan menjadi kandungan yang tanpa batas takaran

Berbahagialah menyambutnya

 

17 ramadhan

Hari dititipkannya nusantara sebagai sebuah bangsa yang utuh

Proklamasi menjadi kata yang sakti

Indonesia merdeka

 

17 Ramadhan kini

Kita kembali mengingat ingat kisah yang lalu

Betapa hikmah tersaji begitu segarnya

Berbenahlah dihari dalam keistimewaannya

Raih segala kemuliaan yang menyertainya

 

Maros, 22 Mei 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulislah!

  Menulislah! Karya: Badaruddin   Waktu terus melaju Kisah dihari ini menjadi sejarah dimasa yang akan datang Tak akan bertahan tutur dalam kemurnian jejak Maka goreskanlah kisah itu diatas kertas putih Abadikan dalam memori digital   Menulislah Abaikanlah kaidah penulisan yang baku Lepaskan tali pengikat permainan diksi Karena menulis adalah tentang jejak yang berulang Akhirnyapun akan kau temukan kesempurnaan tulisan itu   Menulis akan mengabadikanmu Menempatkanmu di hati sejarah Engkau mendikte generasi dengan pengalamanmu Namamu menjadi kenangan tak terlupakan   Teruslah menunggangi waktu dengan semangat membara Berpacu dengan peradaban Tinggalkan jejak pada kisah terbaik Demikianlah ilmu diajarkan   Maros, 11 September 2019

Hutan

  1.       Hutan Karya: Badaruddin   Hutanku! Paru-paru dunia Penyeimbang ekosistem Penangkal polusi Tempat melata berlindung Dan begitu banyak lagi amanah yang dibebankan   Tapi lihatlah! Penebangan pohon Pengalihan fungsi Penambangan liar Dan begitu banyak motif motif yang merugikan hutan   Saksikanlah! Kekeringan dimusim kemarau Longsor dimusim hujan Hijau menjadi gersang Panas bumi semakin meningkat   Kemana sadar kita? Dimana undang-undang perlindungan itu? Apa yang telah diperbuat pemerintah? Bagaimana kita bersikap? Begitu banyak tanya yang tersisa   Bangkitlah! Mulai dari diri kita Menanam banyak pohon Merawat pohon Melanjutkan kehidupan   Maros, 12 September 2019

Kepada Sang Penyair

1.       Kepada Sang Penyair Karya: Badaruddin     Aku mengawali kalimat dengan sejuta pujian Kusebutkan bahwa para penyair adalah insan pilihan Mereka pemilik kejujuran rasa Mereka memadatkan kalimat menjadi indah dan bermakna   Sepenuhnya keyakinan itu kembali goyah Ketika kutelusur jejak-jejak lampau Awal seutas syair mulai diagungkan Kutemukan titik-titik kebenaran sejarah   Manusia berkarya hanyalah untuk pengakuan Itulah fakta yang kusimpulkan Pada masa jahiliah sekalipun masih mampu menuturkan kata-kata selembut sutra Demi tuntutan kemewahan ciptaan   Wahai Sang penyair kutitipkan pesanku Sentuhlah hati dan ajaklah mengolah pikir Lahirkan karyamu dari suasana hati dan kegigihan berempati Berkiblatlah pada sastra tertinggi sepanjang zaman Dialah Al Quran.   Maros, 11 September 2019