Langsung ke konten utama

Kemarau

Kemarau

Karya: Badaruddin

 

Kita ditakdirkan tercipta berpasangan

Tiada lain untuk berlangsungnya kehidupan

Setiap pasangan adalah penyeimbang

Demikianpun berlaku antara kemarau dan hujan

 

Ingatlah sebelum musim berganti

Sebelum kemarau mengeringkan tenggorokan

Hujan begitu sering menyirami bumi

Hingga acap kali timbulkan kekhawatiran

 

Setelah kemarau menyambut

Hingga waktu yang cukup lama

Kekeringan terjadi dimana mana

Kekhawatiran pun berganti dengan kekhawatiran yang lain

 

Demikianlah hidup

Terserah pilihan

Tergantung perlakuan

Dan bertahan pada keyakinan

 

Kemarau kali ini agaklah panjang

Ini perpaduan takdir pilihan dan dipilihkan takdir

Sadarilah dan segera berbenah

Jadikan sabar sebagai pertahanan terbaik

 

Jika esok kemarau lagi

Pastikan tak sesulit ini

Siapkan langkah antisipasi

Agar wajah lebih berseri

 

Maros, 8 September 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulislah!

  Menulislah! Karya: Badaruddin   Waktu terus melaju Kisah dihari ini menjadi sejarah dimasa yang akan datang Tak akan bertahan tutur dalam kemurnian jejak Maka goreskanlah kisah itu diatas kertas putih Abadikan dalam memori digital   Menulislah Abaikanlah kaidah penulisan yang baku Lepaskan tali pengikat permainan diksi Karena menulis adalah tentang jejak yang berulang Akhirnyapun akan kau temukan kesempurnaan tulisan itu   Menulis akan mengabadikanmu Menempatkanmu di hati sejarah Engkau mendikte generasi dengan pengalamanmu Namamu menjadi kenangan tak terlupakan   Teruslah menunggangi waktu dengan semangat membara Berpacu dengan peradaban Tinggalkan jejak pada kisah terbaik Demikianlah ilmu diajarkan   Maros, 11 September 2019

Kepada Sang Penyair

1.       Kepada Sang Penyair Karya: Badaruddin     Aku mengawali kalimat dengan sejuta pujian Kusebutkan bahwa para penyair adalah insan pilihan Mereka pemilik kejujuran rasa Mereka memadatkan kalimat menjadi indah dan bermakna   Sepenuhnya keyakinan itu kembali goyah Ketika kutelusur jejak-jejak lampau Awal seutas syair mulai diagungkan Kutemukan titik-titik kebenaran sejarah   Manusia berkarya hanyalah untuk pengakuan Itulah fakta yang kusimpulkan Pada masa jahiliah sekalipun masih mampu menuturkan kata-kata selembut sutra Demi tuntutan kemewahan ciptaan   Wahai Sang penyair kutitipkan pesanku Sentuhlah hati dan ajaklah mengolah pikir Lahirkan karyamu dari suasana hati dan kegigihan berempati Berkiblatlah pada sastra tertinggi sepanjang zaman Dialah Al Quran.   Maros, 11 September 2019  

Wajah

  1.       Wajah   Karya: Badaruddin Jutaan manusia diciptakan Tak ada satupun yang serupa lainnya Wajah menjadi pembeda Untuk saling mengenal   Wajah berubah dari waktu ke waktu Menjemput sisa kesempatan hidup Wajah menjadi pengingat Untuk bergegas siapkan bekal   Wajah termakan usia Wajah merespon sentuhan Wajah merawat ingatan Setiap perubahan wajah menjadi penanda   Wajah muda bersemangat Wajah tua bersahaja Terus menua itu ketentuan Teruslah mengingat ketentuan   Mengingat muda bangkitkan motivasi Membayangkan tua kuatkan inspirasi Menyadari wajah Menyelaraskan hidup   Maros, 21 Juli 2019