Langsung ke konten utama

Asyura

 Asyura

 Karya: Badaruddin


Ingatlah

Ketika nabiyullah Adam bertobat dari dosa pertama manusia

Ketika bahtera nabiyullah Nuh diselamatkan dari banjir yang maha dahsyat

Ketika kobaran api yang membakar nabiyullah Ibrahim menjadi sejuk

Ketika nabiyullah Yusuf bebas dari penjara yang berawal dari fitnah

Ketika ikan paus memuntahkahkan nabiyullah Yunus setelah 40 hari lamanya

Ketika nabiyullah Ayyub disembuhkan dari penyakit ganas yang dideritanya

Ketika nabiyullah Musa diloloskan dari kejaran Fir'aun dan kaumnya

Semua terjadi pada 10 Muharram

 

Yahudi Nasrani dan Islam bersyukur atasnya

Dan setiap bentuk kesyukuran berwujud lahiriah

Maka pilihlah sesuai tuntunan syariatmu

Sebagaimana kekasih Allah SWT Nabiyullah Muhammad SAW memberikan teladan terbaik

Ikutilah dan keberkahan akan membersamainya

Berpuasalah dihari tasu'a dan asyura

Berkhidmatlah atas rasa syukur

Bahwa Allah-lah sebaik baik penolong kepada hambanya

 

Asyura adalah wujud cinta syukur dan sabar

Asyura menautkan fase fase waktu

Asyura merawat ingatan

Asyura menebalkan keyakinan

Asyura menguatkan ketakwaan

Mari mendambakan asyura

Mari mengharapkan pertolongan

Karena Asyura milik kita

 

Maros, 9 September 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulislah!

  Menulislah! Karya: Badaruddin   Waktu terus melaju Kisah dihari ini menjadi sejarah dimasa yang akan datang Tak akan bertahan tutur dalam kemurnian jejak Maka goreskanlah kisah itu diatas kertas putih Abadikan dalam memori digital   Menulislah Abaikanlah kaidah penulisan yang baku Lepaskan tali pengikat permainan diksi Karena menulis adalah tentang jejak yang berulang Akhirnyapun akan kau temukan kesempurnaan tulisan itu   Menulis akan mengabadikanmu Menempatkanmu di hati sejarah Engkau mendikte generasi dengan pengalamanmu Namamu menjadi kenangan tak terlupakan   Teruslah menunggangi waktu dengan semangat membara Berpacu dengan peradaban Tinggalkan jejak pada kisah terbaik Demikianlah ilmu diajarkan   Maros, 11 September 2019

Kepada Sang Penyair

1.       Kepada Sang Penyair Karya: Badaruddin     Aku mengawali kalimat dengan sejuta pujian Kusebutkan bahwa para penyair adalah insan pilihan Mereka pemilik kejujuran rasa Mereka memadatkan kalimat menjadi indah dan bermakna   Sepenuhnya keyakinan itu kembali goyah Ketika kutelusur jejak-jejak lampau Awal seutas syair mulai diagungkan Kutemukan titik-titik kebenaran sejarah   Manusia berkarya hanyalah untuk pengakuan Itulah fakta yang kusimpulkan Pada masa jahiliah sekalipun masih mampu menuturkan kata-kata selembut sutra Demi tuntutan kemewahan ciptaan   Wahai Sang penyair kutitipkan pesanku Sentuhlah hati dan ajaklah mengolah pikir Lahirkan karyamu dari suasana hati dan kegigihan berempati Berkiblatlah pada sastra tertinggi sepanjang zaman Dialah Al Quran.   Maros, 11 September 2019  

Wajah

  1.       Wajah   Karya: Badaruddin Jutaan manusia diciptakan Tak ada satupun yang serupa lainnya Wajah menjadi pembeda Untuk saling mengenal   Wajah berubah dari waktu ke waktu Menjemput sisa kesempatan hidup Wajah menjadi pengingat Untuk bergegas siapkan bekal   Wajah termakan usia Wajah merespon sentuhan Wajah merawat ingatan Setiap perubahan wajah menjadi penanda   Wajah muda bersemangat Wajah tua bersahaja Terus menua itu ketentuan Teruslah mengingat ketentuan   Mengingat muda bangkitkan motivasi Membayangkan tua kuatkan inspirasi Menyadari wajah Menyelaraskan hidup   Maros, 21 Juli 2019